Berita


Murid Kreatif Berjaya: Penghargaan Literasi Cerpen Menjadi Panggung Bakat Muda


Berita Sekolah 25 April 2026 06:51:24

https://smkypf2clgn.sch.id/assets/berita/thumbnail/12/69ec01fc4114769ec01fc41148.jpg

CILEGON, Atmosfer literasi di lingkungan sekolah terasa begitu hidup dalam agenda penutupan kegiatan Literasi Cerpen bulan ini. Acara yang bertujuan mengasah daya imajinasi dan kemampuan narasi siswa ini memuncak pada pemberian penghargaan kepada tiga penulis muda berbakat yang berhasil menyisihkan puluhan karya lainnya.

Penghargaan karya terbaik jatuh kepada tiga siswa-siswi berprestasi, yakni Bambang, Hafizh, dan Widya. Ketiganya dinilai mampu menghadirkan narasi yang segar, berkarakter, dan memiliki kedalaman makna dalam cerpen yang mereka susun.

Dalam sambutannya, Ketua Literasi menekankan bahwa menulis adalah cara terbaik bagi siswa untuk menyuarakan pikiran mereka secara elegan.
\"Hari ini kita melihat bukti bahwa imajinasi tidak memiliki batas. Melalui cerpen, Bambang, Hafizh, dan Widya telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengamati dunia dengan cara yang berbeda. Kami berharap apresiasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk tidak pernah berhenti menulis dan membaca,\" ungkap Ketua Literasi di podium acara.

Keberhasilan ketiga siswa tersebut turut membawa kebanggaan bagi teman-teman sejawatnya. Raudotul Jannah, salah satu rekan siswa, menyampaikan rasa kagumnya terhadap karya-karya yang terpilih.
\"Membaca karya dari Bambang, Hafizh, dan Widya benar-benar memberikan perspektif baru buat kami. Mereka membuktikan kalau literasi itu seru dan nggak kaku. Saya pribadi merasa terpacu untuk bisa membuat karya yang sekeren itu di kesempatan berikutnya,\" tutur Raudotul Jannah dengan antusias.

Sebagai bagian dari tim literasi sekaligus pendidik Bahasa Indonesia, Ifal Afriyadi memberikan tinjauan mendalam terhadap aspek teknis dan kreativitas para pemenang. Ia melihat adanya potensi besar yang bisa dikembangkan lebih jauh ke kancah profesional.
\"Ketiga pemenang ini memiliki kekuatan yang berbeda. Ada yang sangat kuat dalam pembangunan karakter, ada pula yang mahir memainkan emosi pembaca melalui alur cerita. Sebagai guru, saya sangat bangga melihat penguasaan bahasa dan struktur narasi yang mereka tampilkan. Ini bukan sekadar tugas sekolah, tapi sebuah karya seni,\" ujar Ifal Afriyadi.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan piagam penghargaan sebagai simbol dukungan sekolah terhadap pengembangan minat dan bakat di bidang sastra. Semoga semangat Bambang, Hafizh, dan Widya menular ke seluruh penjuru sekolah!



Kembali